Maguru EduTech
Maguru EduTech

Pernah Rugi dan Dililit Utang Triliunan, Kenapa Garuda Berbalik Untung Rp 57 T?

FIVENEWS - Garuda Indonesia Tbk
FIVENEWS - Garuda Indonesia Tbk

FIVENEWS – Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra mengeklaim perusahaannya berhasil mencetak laba bersih USD 3,81 miliar pada per Juni 2022 atau semester I 2022. Nilai tersebut setara Rp 57,2 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.000 per dolar AS.

Hal tersebut terungkap dari pemaparan Irfan dalam rapat bersama Komisi XI DPR, Senin (26/9). Jika dibandingkan dengan semester I 2021, kinerja Garuda Indonesia saat ini sangat fantastis.

banner 1080x336

Pasalnya, saat itu perusahaan justru mencatatkan kerugian USD 898,65 juta. “Insyaallah akan kita umumkan (kinerja tahun ini) ke publik dalam waktu dekat bahwa Garuda, selain positif dari sisi operasional, mampu catatkan laba bersih USD 3,8 miliar di semester I 2022,” kata Irfan dalam rapat, Senin (26/9).

Lalu faktor apa yang membuat Garuda Indonesia bisa berbalik untung saat ini? Sebelumnya, Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, salah satu faktor utama yang saat ini dilakukan Garuda Indonesia adalah menggunakan harga pasar untuk penyewaan (leasing) pesawat.

Tidak Lagi Pakai Harga ‘Lucu-lucuan’

Tiko, sapaan akrab Kartika, menyebut, Garuda Indonesia setidaknya memiliki kewajiban senilai USD 9 miliar atau setara Rp 133,88 triliun (asumsi kurs Rp 14.876/ dolar AS), yang terdiri dari USD 3 miliar di masa lalu dan USD 6 miliar di masa depan. Kewajiban tersebut berupa penyewaan (leasing) pesawat.

“Misalnya kita sewa pesawat 10 ribu jam, 1.000 jam sudah kita consume, itu menjadi past do. Yang 9.000 jam yang ke depan itu jadi kewajiban. Wajib dipakai, jadi sifatnya take or pay, makanya begitu kena PSAK jadi liability semua,” jelas dalam perbincangan dengan media di kawasan Seminyak, Bali, belum lama ini.

Masalah kewajiban ini pun sebetulnya sudah dinegosiasikan saat PKPU. Seperti halnya, kewajiban yang masa depan itu sudah dipotong hingga 75 persen. “Kan murah banget. Sebagai contoh Boeing 777 dari semula harga leasing-nya USD 1,4 juta sekarang tinggal USD 400 ribu,” ujarnya.

“Cost structure Garuda turun drastis, sebelumnya leasing to revenue ratio itu 27 persen, sekarang tinggal 12 persen. Masalahnya sekarang avturnya naik. Nanti kalau harga avturnya turun, makin sehat,” imbuh mantan Dirut Bank Mandiri itu.

Tiko juga menyebut, dalam hal ini Garuda Indonesia sudah menutup rapat-rapat praktik korupsi, terutama kepada lessor. “Pokoknya kita mau pakai market rate (harga pasar) kalau mau pesawat dipake kita mau ke market rate. Kita enggak mau lagi pakai harga ‘lucu-lucuan’ (mark up),” tegas Tiko.

Dengan begitu pendapatan secara grup sudah mulai menunjukkan perbaikan di paruh pertama tahun ini. “Pendapatan tersebut adalah free cashflow sehingga secara bulanan, Garuda Indonesia sudah untung lantaran sudah menutup biaya operasionalnya. Untuk tahun depan kinerja perusahaan sudah pasti positif,” papar dia.

banner 1080x336
banner 1080x336

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *