Maguru EduTech
Maguru EduTech

Produsen Ikut Tanggung Jawab Produksi Sampah Plastik

FIVE.TV - Produksi Sampah Plastik
FIVE.TV - Produksi Sampah Plastik

FIVE.TV – Model ekonomi sirkular belum sepenuhnya diterapkan di Indonesia. Padahal, ke depannya, semua perusahaan yang beroperasi di negeri ini, mau tidak mau harus mengimplementasikan ekonomi sirkular dan ekonomi hijau.

Tokoh pemerhati lingkungan Alexander Sonny Keraf menerangkan, kelak seluruh biaya terkait sumber daya alam (SDM) dan biaya pengelolaan limbah akan dikalkulasi dan diinternalisasi ke dalam akuntansi keuangan perusahaan. Dengan demikian, kata dia, perusahaan bisa mengurangi limbah dan harus lebih efisien dan bertanggung jawab dalam penggunaan sumber daya alam (SDA).

banner 1080x336

Salah satu contoh di ekonomi sirkular yang berkembang, menurut Sonny, adalah penerapan tanggung jawab produsen yang lebih luas (extended producer responsibility), khususnya menyangkut sampah atau limbah.

Selama ini, sambung dia, telah terjadi salah kaprah di kalangan perusahaan karena menganggap sampah merupakan tanggung jawab konsumen.

Sehingga, konsumen didesak untuk memilah, mengumpulkan, dan membuang sampah di tempatnya.

“Kita lupa bahwa sampah itu sumbernya dari produsen juga, khususnya sampah industri atau sampah kebutuhan konsumsi, seperti botol dan kotak minuman kemasan,” kata Sonny dalam siaran di Jakarta, Sabtu (28/5/2022).

Sonny menjelaskan, dalam ekonomi sirkular, ada kewajiban produsen untuk mengelola sampahnya sejak awal, yaitu saat mendesain atau merancang barang yang akan diproduksi. Kalau pabrikan sudah merancangnya sejak awal, kata dia, produsen bisa memilih bahan baku kemasan yang tidak akan menimbulkan sampah.

“Atau mereka akan bertanggung jawab untuk mengumpulkan kembali sampah plastik atau kardus yang menjadi sisa-sisa dari produksinya,” kata menteri negara lingkungan hidup periode 1999-2001 tersebut.

Dia menjelaskan, satu solusi yang bisa dilakukan para pelaku usaha, adalah menerapkan konsep ekonomi sirkular. Ekonomi sirkular merupakan model industri baru yang berfokus pada reducing, reusing, dan recycling yang mengarah pada pengurangan konsumsi sumber daya primer dan produksi limbah.

“Saat ini dunia usaha menyadari pentingnya tanggung jawab yang berkelanjutan bagi kelangsungan komunitas dan lingkungan. Sementara konsumen secara global juga mulai sadar dan khawatir dengan krisis bumi dan krisis iklim, yang membuat mereka semakin menuntut produk dan model bisnis yang ramah lingkungan,” tandasnya

banner 1080x336
banner 1080x336

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *