Maguru EduTech
Maguru EduTech
Dunia  

Tak Ingin Ketinggalan dari Rusia dan China, AS Kejar Target Riset dan Produksi Rudal Hipersonik

Ilustrasi rudal hipersonik/Net
Ilustrasi rudal hipersonik/Net

FIVE.TV – Amerika Serikat sedang berlomba dengan Rusia dan China untuk mengembangkan rudal hipersonik. Jenis rudal yang bisa bergerak dengan kecepatan mirip dengan rudal balistik tetapi sulit untuk dicegah karena kemampuan manuvernya yang jauh lebih canggih.

Sebelumnya, pada Sabtu (18/3), militer Rusia mengatakan telah mengerahkan rudal hipersonik dan mengklaim telah menggunakan rudal itu untuk pertama kalinya dalam pertempuran melawan sasaran di Ukraina.

banner 1080x336

Melihat kabar itu, kini militer AS mempercepat agenda risetnya. Target akhir dari riset AS itu, akan menghasilkan senjata mirip dengan rudal balistik, namun diluncurkan dengan kendaraan hipersonik yang akan mencapai kecepatan Mach 7 hingga 8, sebelum mengenai sasaran.

Menurut laporan Angkatan Laut AS seperti dikutip South Morning China Post, anak perusahaan General Dynamics, Bath Iron Works telah memulai pekerjaan rekayasa dan desain pada perubahan yang diperlukan untuk memasang sistem senjata pada tiga kapal perusak kelas Zumwalt.

Pekerjaan itu akan dimulai di galangan kapal yang belum diberi nama sekitar tahun keuangan yang dimulai pada Oktober 2023.

Senjata hipersonik didefinisikan sebagai segala sesuatu yang bergerak melebihi Mach 5 (sekitar 6.100 km per jam), atau lima kali lebih cepat dari kecepatan suara.

Dikatakan oleh Marinir AS, fitur unik dari rudal ini adalah kemampuan bermanuver yang dapat menipu sistem antirudal. Ini membuat rudal hipersonik lebih efektif mengenai targetnya tanpa dicegat, bahkan oleh sistem antirudal Aegis mereka.

Dibandingkan dengan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang jauh lebih cepat dari rudal hipersonik, namun ICBM bergerak di jalur yang dapat diprediksi. Sehingga dapat dicegat sebelum sampai sasaran.

Menurut Jim Cooper, seorang Demokrat Tennessee yang menjadi ketua subkomite program rudal hipersonik pada 1980-an, AS kini berusaha keras untuk mengejar negara lainnya karena gagal berinvestasi dalam teknologi rudal hipersonik.

“Jika kita ingin mengejar mereka, kita perlu mendukung upaya ini dengan lebih banyak uang, waktu, dan bakat daripada kita sekarang,” ujar Jim seperti dikutip oleh South Morning China Post, Senin (21/3).

Invasi Rusia ke Ukraina menjadi latar belakang Pentagon merilis proposal anggarannya di akhir bulan ini, tujuannya adalah riset rudal hipersonik dan sistem senjata lainnya.

Pentagon mengatakan, tiga kapal perusak kelas Zumwalt akan dilengkapi dengan senjata baru ini, dan kemungkinan efektif pada 2025. Pemasangan sistem hipersonik pada ketiga kapal tersebut kemungkinan akan menelan biaya lebih dari 1 miliar dolar AS .

“Teknisnya ini tidak terlalu sulit. Hanya perlu waktu dan uang untuk mewujudkannya, ” ujar seorang pejabat pertahanan AS, Bryan Clark.

Clark mengatakan, Angkatan Laut bermaksud untuk menerjunkan senjata ke kapal perusak pada tahun keuangan 2025 dan untuk kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Virginia pada tahun keuangan 2028.

Kapal-kapal perusak itu akan bertugas di Samudra Pasifik, di mana mereka akan menjadi penghalang bagi China, jika negara itu mempertimbangkan untuk menyerang Taiwan.

banner 1080x336
banner 1080x336

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *